Curang dalam Mengisi Bensin
Siang tadi saya pulang dari Bandung menuju Pamulang naik travel. Sebelum masuk tol, mobil singgah terlebih dahulu untuk mengisi bensin.
“Disambung, kayak biasa,” ujar supir kepada petugas pom bensin. Nampaknya mereka saling mengenal. “Biasa, 83500,” lanjutnya. Petugas mengeset meteran pengisian ke angka 83500.
“Disambung? Apa maksudnya?” tanya saya dalam hati.
Supir memajukan mobil, tidak jadi mengisi bensin, lalu memutar kembali ke pompa yang sama. Mobil yang tadinya di belakang kini berada di depan, duluan mengisi bensin. Si supir mobil di depan itu memberikan lembaran uang Rp 20.000,00 untuk bensin yang diisikan ke mobilnya. Ia pergi, dan mobil travel pun maju ke posisi pengisian.
Orang-Orang Munafik Itu
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan“.
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
Software SMS Tulisan Arab

Dengan software ini, Anda dapat menulis dan mengirim teks SMS dalam tulisan Arab. Copy-kan ke HP Anda, dan jalankan.
Catatan:
Set character support SMS di HP Anda menjadi “full“, agar karakter tulisan Arab dapat tertampilkan. Tes terlebih dahulu dengan mengirim teks Arab ke nomor Anda sendiri.
Download di sini: CleverTexting Arabic v2.0
Mastering Arabic, Unit 16, Exercise 7
Pada Exercise 7 di Unit 16 buku Mastering Arabic, Anda diminta untuk menceritakan tentang keseharian Anda, sebagaimana cerita tentang keseharian Mahmoud dan adiknya, Fathimah.
Beberapa aktivitas yang umum dapat Anda ceritakan:
- Pukul berapa Anda biasa bangun tidur, mandi/mencuci muka, sarapan?
- Pukul berapa Anda pergi beraktivitas di luar rumah? Ke mana? Dengan apa Anda pergi?
- Apa yang Anda lakukan di luar rumah? Di kantor, sekolah, universitas?
- Pukul berapa Anda kembali ke rumah dan beristirahat?
- dll.
Ini contoh yang dapat Anda ceritakan seputar keseharian Anda, dengan menggunakan kata-kata yang telah Anda pelajari sampai Unit 16.
Prinsip dan Pilihan Hidup
Seorang kapten kapal induk melihat ada kapal lain nampak di radar, tepat di arah ia menuju. Sang kapten segera mengambil radio, bermaksud menghubungi awak kapal lain tersebut.
“Halo. Di sini kapten kapal induk. Anda sedang menuju tepat ke arah kami. Segera alihkan arah Anda 20 derajat.” Sang kapten memberi perintah.
“Transmisi diterima,” ujar seseorang menjawab panggilan radio si kapten. “Maaf, silakan Anda alihkan kapal Anda 30 derajat.”
Sang kapten tersinggung dengan jawaban tersebut. “Anda tidak dengar ya, saya kapten kapal induk! Sekali lagi saya perintahkan Anda untuk berbelok 30 derajat!”
“Maaf kapten, Anda lah yang harus segera membelokkan kapal Anda 35 derajat sekarang juga!” Keduanya makin mendekat.
I’tikaf Perdana Ramadhan 1432 H
Sebagaimana rutinitas tahun-tahun sebelumnya, tahun ini DKM Masjid al-Jihad Unpad Dipatiukur Bandung kembali mengadakan program I’tikaf Ramadhan 1432 H. Program ini diadakan pada malam-malam sepertiga terakhir Ramadhan, yaitu pada malam ke-21 hingga malam terakhir.
Program i’tikaf dimulai dengan kajian setelah tarawih hingga sekitar pukul 23. Selesai kajian, para peserta i’tikaf dipersilahkan untuk beraktivitas bebas masing-masing memperbanyak ibadah dan dzikir. Menjelang shubuh, panitia mengkoordinir penyediaan sahur gratis untuk para peserta.
Pada malam i’tikaf pertama, hadir sebagai pemateri kajian Dr H Fahmy Lukman, M.Hum. Dosen pengajar di Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Unpad ini mengupas tuntas segala hal berkaitan dengan i’tikaf (lihat: Hukum Seputar I’tikaf).
I’tikaf perdana ini diikuti oleh lebih kurang 80 orang peserta lintas usia, laki-laki dan perempuan.
Meminta Maaf
Menjelang masuknya bulan Ramadhan, juga sesaat menjelang dan sesudah lebaran, umum kita dapati banyak orang saling mengucap salam, mendoakan, dan memohon maaf. Keluarga, kerabat, teman, sahabat, kolega, rekan kerja, semua saling meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang barangkali pernah mereka lakukan.
Meminta maaf sejatinya adalah permohonan tulus seseorang kepada orang yang pernah ia berbuat salah padanya, untuk dia memaafkan kesalahannya tersebut. Permintaan maaf ini juga disertai dengan janji dan tekad untuk tidak lagi melakukan/mengulangi kesalahan yang sama.
Patut untuk kita renungkan: bila kita beramai-ramai senantiasa ingat untuk meminta maaf dan saling memaafkan tiap tahunnya — khususnya di bulan Ramadhan — adakah kita juga ingat untuk senantiasa memohon maaf serta ampunan kepada sang Pencipta kita? Adakah kita senantiasa memohon maaf pada-Nya atas segala kesalahan dan dosa yang disengaja, atas kesombongan dan kepongahan diri yang tidak taat pada syariah-Nya?
Sudahkah kita meminta maaf pada-Nya atas diri kita yang malas-malasan dalam beribadah? Sudahkah kita meminta maaf pada-Nya atas diri kita yang tiada mengindahkan seruan-Nya tuk mengkonsumsi hanya makanan dan minuman yang baik dan halal? Sudahkah kita meminta maaf pada-Nya atas diri kita yang enggan mengikuti segala aturan-Nya dalam soal kita berbusana? Sudahkah kita meminta maaf pada-Nya atas diri kita yang tidak acuh terhadap perintah dan larangan-Nya ketika berbuat pada sesama?
Di bulan Ramadhan ini, mari kita dengan ikhlas dan tulus meminta maaf pada-Nya. Sebagaimana Rasulullah mengajarkan kita doa Lailatul Qadar,
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Wahai Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf. Engkau mencintai pemaafan. Karena itu, berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)
Dan sungguh, Allah Maha Pemaaf dan Penerima taubat hamba-Nya.
وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya, dan memaafkan kesalahan-kesalahan, dan mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syura [42]: 25)

Marhaban, ya Ramadhan
Ramadhan bulan penuh berkah. Ramadhan bulan penuh pengampunan. Kalau kamu menjalani puasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (hanya untuk Allah), Allah akan hapuskan dosa-dosamu sebagaimana kamu terlahir ke dunia ini tanpa dosa. Dan amal shalih (perbuatan baik sesuai syariat) yang kamu lakukan di bulan Ramadhan akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat ganda dibanding bulan-bulan selainnya.
Sebentar lagi bulan mulia yang dinanti itu akan datang. Rasulullah mengajarkan pada kita untuk mempersiapkan pertemuan kita dengan bulan Ramadhan, bahkan semenjak kita memasuki bulan Rajab dan Sya’ban. Persiapan menyambut bulan Ramadhan adalah persiapan diri dan keseriusan kita untuk menjalani detik demi detik kehidupan kita di bulan Ramadhan.
Bakar Rokok
“Pak, matiin dong rokoknya. Bapak ga bisa2 juga ya berhenti merokok..”
Bapak diam saja santai sembari sekali-dua menghisap batang rokoknya.
“Pak, Bapak setuju sama pabrik2 rokok di negeri ini? Karena rokok2 itu, pemuda2 kita jadi sakit2an, malas2an, mereka buang uang percuma, cuma untuk ngerokok, Pak..”
“Ya ga setuju juga sih, Bu..”
“Terus kenapa Bapak kok masih aja terus2an ngerokok? Berhenti dong, Pak..”
“Ya mau gimana lagi, Bu. Bapak takut dipenjara kalau Bapak pergi ngebakar itu pabrik2 rokok. Nah, makanya Bapak bakar aja rokok2 mereka satu per satu..”
Memulai Menabung Dinar Dirham
Hari ini adalah pertama kalinya saya membeli dirham. Lho, kenapa ga dinar aja? Soalnya uangnya nda belum cukup, om.
Berikut akan saya bahas sekilas seputar dinar dirham, dan ajakan saya untuk kita memulai menabung dalam dinar dirham.
Apa itu dinar dirham?
Dinar dirham yang dikenal dalam Islam adalah ukuran standar berat untuk emas (dinar) dan perak (dirham). Logam emas dan perak telah Islam tetapkan sebagai alat tukar untuk manusia bertransaksi dan muamalah lainnya.
Bertemu (tim) Pencuri (motor)?
Semalam, sepulang mengisi lingkar kajian tentang partai politik dan gerakan Islam ideologis, saya masuk kamar kosan dan segera membuka laptop. Saya mengecek email, browsing untuk beberapa keperluan, dan menulis catatan harian saya. Waktu menunjukkan pukul 23:30.
Kamar saya terletak di paling luar rumah kosan, menghadap ke jalan kecil perumahan. Lampu saya nyalakan, pintu kamar saya buka, korden jendela tidak saya tutup. Saya dapat melihat keadaan di luar pagar kosan, pun begitu pula orang luar dapat melihat keadaan di dalam kamar saya.
Upacara bendera, boleh gak ya?
Tanya:
Bang, baru2 ini banyak obrolan di forum2 maya maupun dunia nyata tentang upacara bendera. Ada beberapa sekolah yang meniadakan upacara bendera. Menurut abang, macam mana ni persoalannya? Boleh ga bang kita menyelenggarakan, atau sekedar ikutan upacara bendera?
Menyeberangi Sungai (Sebuah Teka-Teki)
(Oleh: anonim. Diceritakan ulang oleh: si empunya blog ini.)
Di suatu kesempatan, didapati ada tiga pasang suami-istri ingin menyeberangi sebuah sungai. Untuk dapat menyeberangi sungai tersebut, hanya tersedia satu buah perahu kecil yang memuat dua orang. Bagaimana agar ketiga pasang suami-istri tersebut dapat semua menyeberangi sungai?
Dan Zina pun kini bisa (dianggap) Legal
“Pilih yang mana pak?” tawar seorang pegawai klub sembari mengarahkan tangan pada perempuan2 muda di atas sofa merah.
“Hm, nah itu yang paling kanan. Yang pakai gaun merah,” jawab si lelaki muda paruh baya menunjuk sang biduan. “Tapi,… arrggh! Saya lupa bawa kondom!”
“Wah, pak..” keluh sang pegawai. Penggunaan kondom adalah suatu kewajiban dalam praktek2 prostitusi kini. Negara mengawasinya.
“Tenang, mas. Aku bawa kok. Nih..” sela sang biduan pilihan tersenyum sembari mengeluarkan bungkusan berwarna merah muda. Kondom pria dan wanita. “Yuk..”
Sepasang insan itu pun bergegas menuju ke tempat pembaringan. Mengisi kelam malam dengan cinta instan.
Iklan ini disampaikan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA) Republik Indonesia. “Siapkan ‘pengaman’ untuk mengantisipasi setiap kemungkinan,” begitu slogan mereka. Ditayangkan tadi malam sekitar pukul 23 di MetroTV.
Antara Wahyu dan Ra’yu (Common Sense)
Namanya Muhammad Syauqi. Ia teman saya satu kampus di Institut Teknologi Bandung. Dia mengambil studi Teknik Mesin, sedangkan saya di Astronomi. Kami banyak berdiskusi dan bercengkerama dalam wadah Unit Kajian Harmoni Amal Titian Ilmu (HATI) ITB, sebuah unit kajian yang mengkaji permasalahan2 kehidupan dengan sudut pandang Islam ideologis.
Temanku yang satu ini banyak memberikan pencerahan bagiku. Well, bagi kami. Salah satu pencerahan yang bagi saya sangat berarti adalah tentang penggunaan ra’yu dalam menentukan hukum syara’ terhadap suatu fakta, ataupun sekedar menafsirkan dalil2 syara’ itu sendiri.
Berikut adalah salah satu tanggapan yang ia kirim via milis dalam diskusi kami seputar hal tersebut (dengan beberapa editing yang saya anggap perlu untuk memudahkan pembacaan).

