Mencari Kebenaran Bertuhan

Pada dasarnya semua yang dapat kita saksikan dalam kehidupan dan alam semesta ini adalah makhluk, sekedar ciptaan. Menjadi makhluk, artinya bahwa semua yang kita lihat ini tidaklah memiliki daya dan kekuatan yang absolut – semua memiliki keterbatasan dan kebergantungan dengan satu dan yang lainnya.

Ambil contoh sederhana, mengapa air dikatakan memiliki kondisi triple point bila berada dalam tekanan tertentu pada suhu 273,16K? Adakah ia bisa mengubahnya? Atau, bisakah kita mengubahnya?

Melihat fakta tersebut, sejatinya manusia dengan akalnya kemudian dapat berpikir, bahwasannya ada “suatu kekuatan” di balik segala keterbatasan dan kebergantungan yang ada di kehidupan dan alam semesta ini. Kekuatan tersebut adalah zat yang serba Maha, tidak bergantung pada siapa pun, dan mempunyai kendali penuh akan ciptaan-ciptaan yang ada.

Nyatanya, secara naluriah memang pada diri manusia terdapat gharizah (naluri) untuk menyucikan sesuatu yang dianggap memiliki “kekuatan” itu. Penyembahan matahari, pohon, dewa-dewi, bahkan sampai pada pengkultusan sesama manusia, semua berangkat dari naluri yang memang mendorong kepada hal tersebut.

Pertanyaannya kemudian – dari semua bentuk persembahan dan penyembahan yang dilakukan manusia – manakah yang memang benar dan memiliki kebenaran akan konsep ketuhanan dan kebertuhanan yang ia lakukan? Tidak mungkin semua benar, kan? Pasti hanya ada satu yang benar-benar merupakan sebuah kebenaran.

Dari sanalah, selanjutnya diperlukan suatu bimbingan wahyu – yang langsung dari “tuhan” – untuk dapat mengetahui tentang Tuhan itu sendiri, serta bagaimana tata cara dan aturan peribadatan pada-Nya. Akal manusia hanya mampu mencapai dan mencari eksistensi tuhan, selebihnya ia tidak akan mampu untuk menjangkaunya. Kita tidak akan tahu bentuk tubuh, warna, sifat, atau bahkan zat tuhan, kecuali Tuhan itu sendirilah yang memberitahukannya, karena memang tidak ada satu pun fakta yang bisa kita indera mengenai perkara tersebut.

Lalu, yang manakah yang benar? Well, kami yakin, bahwa satu-satunya wahyu yang benar-benar murni perkataan Tuhan adalah Al-Quran. Maka, kami pun yakin bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Al-Quran, itulah kebenaran.

Apakah Anda juga meyakininya?


About this entry