Ajeb-Ajeb di Akhir Ramadhan

Hari ini hari Jumat, tanggal 11 bulan 9, tahun 2009. Seorang sahabat mengirimkan sebuah pesan singkat (SMS):

  • 9/11/09: mendengar kabar pengesahan UU Ketenagalistrikan
  • 9/11/08: mendengarkan pemateri seminar energi HATI ITB
  • 9/11/01: mendengar kabar pesawat bisa meluluhkan gedung tertinggi

Ah, iya itu. Nostalgia masa lalu. Aku bergegas menuju kelas kuliah Mekanika di ruang 9137, kuliah terakhirku sebelum libur lebaran besok.

Bukan itu sebenarnya kisah yang ingin kusampaikan. Sekedar pemanis di awal, kalau orang mau dikata. Selesai kuliah aku pun menuju sekre favoritku, Sunken Court E-08.

Penunjuk waktu menunjukkan pukul 16. Pukul empat sore. Ada beberapa agendaku yang bentrok ternyata:

  • Makrab asisten ComLabs
  • Diskusi tim MWA seputar nominee calon rektor ITB
  • Dauroh mini kawan2 Hizbut Tahrir kampus

Aku pilih yang mana? Yang terakhir, tentu. Aku tak ingin menomorduakannya, selama Allah mengizinkanku.

Dari utara aku berjalan menyusuri kampus hingga bagian tengah, Indonesia Tenggelam orang2 menyebutnya. Ramai sekali nampaknya, ada apa? Pikirku. Kuperhatikan sekelompok mahasiswa dan mahasiswi menjoged berlenggok di bawah alunan irama musik dan lagu. Aku mengernyit; sekedar mengernyit, berlalu lewat seakan tiada peduli, melewati kibaran gagah sebuah panji bertuliskan Home Tournament di atas Plaza Widya.

Sesekali aku melirik melihat kawanan itu. Mereka berganti. Kini tampil para gadis (mahasiswi tentunya) muda (2008 maksudnya), masih dengan topik yang sama: menari mengikuti irama. Bedanya dengan yang tadi, gadis-gadis muda ini semua mengenakan kerudung penghias mahkota tubuhnya. Elok nian (andaiku), namun miris tiada terkata.

Aku kembali seakan tiada peduli. Kuikuti acara dauroh mini bersama kawan-kawanku tadi, yang telah kuceritakan di dua-tiga paragraf sebelum ini.

Pendengaranku tiada tuli. Kami memang sudah berpindah tempat, menjauhi kawanan elok nian tadi. Telingaku tetap tersiaga, terdengar sayup-sayup jelas suara Aura Kasih dalam irama Mari Bercinta.

Yah, aku suka memang dengan lagu itu. Aransemen musiknya cukup membuat hati berdansa. Temanku satu asrama pasti tahu kelakuanku ketika mendengarnya. Sekedar musik dan lagu. Video-nya aku tak begitu suka, walau memang banyak pria menggandrunginya.

Ah, lupakan saja..

Tapi tidak hanya itu, ternyata. Pun terdengar jelas sayup2 lagu yang sama dari arah angin selatan, Campus Center orang biasa memanggilnya. Seingatku anak2 2009 yang kuajak ikut kajian dauroh mini sore ini banyak beralasan ikut makrab angkatan. Mungkin acara di sana itu yang mereka maksud: panggung ria lapangan Campus Center Barat.

Isinya? Ya itu, ajeb2 aku menyebutnya. Bernyanyi, berteriak, bersenang-senang, berjoget ria. Tidak semua mau joged, aku tahu. Tapi ya ruhnya ada di sana, membaur tak jelas siapa dari mana.

Sekedar kisahku menutup akhir perkuliahan di bulan suci ini, Ramadhan. Bersedih diri, kawan2-ku para mahasiswa-mahasiswi terbaik bangsa, menyambut kepergiannya dengan suka ria canda dan tawa. Mungkin tak tahu mereka kentara mana haram perkara, semua silahkan saja.

Aku malu. Bukan untuk mereka, tapi untuk diriku.

Sunken Court E-08, 22 Ramadhan 1430H


About this entry