Marhaban, ya Ramadhan
Ramadhan bulan penuh berkah. Ramadhan bulan penuh pengampunan. Kalau kamu menjalani puasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (hanya untuk Allah), Allah akan hapuskan dosa-dosamu sebagaimana kamu terlahir ke dunia ini tanpa dosa. Dan amal shalih (perbuatan baik sesuai syariat) yang kamu lakukan di bulan Ramadhan akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat ganda dibanding bulan-bulan selainnya.
Sebentar lagi bulan mulia yang dinanti itu akan datang. Rasulullah mengajarkan pada kita untuk mempersiapkan pertemuan kita dengan bulan Ramadhan, bahkan semenjak kita memasuki bulan Rajab dan Sya’ban. Persiapan menyambut bulan Ramadhan adalah persiapan diri dan keseriusan kita untuk menjalani detik demi detik kehidupan kita di bulan Ramadhan.
Selaku pengemban dakwah Islam menuju tegaknya syariah dalam naungan Khilafah, sudah selayaknya kita mempersiapkan diri kita dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Sungguh merugi orang-orang yang Allah berikan ia kesempatan dan umur untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan, namun ia menyia-nyiakan perjumpaannya itu.
Ini beberapa tips yang bisa kamu jadikan patokan dalam mempersiapkan hari-harimu menjalani Ramadhan.
Giatkan ibadah
Sempurnakan yang wajib, maksimalkan yang sunnah. Mohonkan ampunan atas dosa-dosa yang selama ini telah kamu perbuat, baik kamu sengaja maupun tidak. Targetkan membaca al-Quran dan terjemahannya tiap hari (dan memahaminya tentu, bukan sekedar dibaca tanpa dimengerti).
Gencarkan dakwah
Giatkan kontak-kontak dakwah. Mintalah jadwal untuk menjadi penceramah (khotib) tarawih. Sampaikan Islam di setiap kamu ada kesempatan. Jadilah jubir-jubir Islam di manapun kamu berada.
Perdalam tsaqofah
Targetkan buku-buku apa yang akan kamu baca. Minta waktu diskusi tambahan dengan ustadz-ustadzah dan musyrif-musyrifah. Hadiri kajian-kajian umum. Jelajahi forum-forum diskusi maya dan artikel-artikelnya (jangan hanya Facebook-an saja). Cari tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang terlintas seputar kehidupan. Kemudian, ikatlah ilmu secara terstruktur dengan menuliskannya. Jangan biarkan diri dalam ketidaktahuan.
Mari kita jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan perjuangan, bukan sekedar latihan. Dan apa-apa yang kita lakukan spesial dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadhan, semoga akan tetap terus kita tingkatkan dan berlanjutkan di bulan-bulan sesudahnya, hingga kita berjumpa lagi dengan Ramadhan selanjutnya.
Semoga Ramadhan tahun ini membawa kebaikan bagi kita semua, serta menjadikan kita sebagai sosok-sosok pejuang Islam yang dapat menjadi teladan bagi umat, khususnya di sekitar kita.
Allahumma amiin. Teguhkanlah niatan dan persiapan kami, ya Allah. Wa marhaban, ya Ramadhan.
